Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 23 April 2012

Penjelasan ayat Yesaya 9:6-5










Yesaya 9: (6) (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Karena Yesus yang dianggap penjelmaan Allah oleh orang-orang Kristen maka orang-orang Kristen meyakini bahwa Yesaya adalah benar berisi tentang nubuat Yesus karena dalam Yesaya 9:6 diterangkan tentang anak yang lahir yang disebut sebagai Allah yang perkasa.

Tapi sepertinya orang-orang kristen tidak teliti dalam bermain “game cocok-cocokkan” karena mereka tidak memperhatikan bahwa surat Yesaya itu tidak pernah menyentuh kejaman Yesus karena pada ayat pertama pasal pertama dijelaskan bahwa; (1) Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. Jadi lingkup surat Yesaya hanyalah bercerita pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yang merupakan raja-raja Yehuda/yahudi.

mengacu pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6. Lalu bagaimana dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”?? Itu hanyalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir dikalangan mereka. Lalu bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah?? Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima perkataan/wahyu Allah. Ini sesuai dengan perkataan Yesus dalam Yohanes 10:34-35 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, Musapun dalam keluaran mendapat tittle “Allah” dari Allah. Kel 7:(1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. Kemudian akan ada pertanyaan lagi, bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?? Dalam bahasa Ibrani tidak dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil. Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eisegese dari para penterjemah untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena dianggap Yesaya 9:6 ini mengacu kepada Yesus yang mereka sembah maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar. 

Begitulah game cocok-cocokkan yang suka dimainkan oleh orang-orang Kristen untuk mencari dalil-dalil penguat penyembahan kepada Yesus.

1 komentar:

  1. Anonim8:31 PM

    Salah satu penyebab bertahannya kristen dlm kekafirirannya diantaranya adalah karena tafsir yesaya 9:6 ini

    BalasHapus

Open Cbox