Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 04 Februari 2015

Tanya Jawab seputar TRINITAS

Tanya :

Bagaimana pandangan Islam terhadap azas Trinitas?

Jawab :

Islam dengan tegas menolak azas ini

Kitab Suci Al-Qur'an menyatakan;

"Katakan, Tuhan adalah satu, dan padaNya  segala  sesuatunya
bergantung.  Dia tidak memperanakkan dan tidak diperanakkan,
dan tidak ada yang sama dengan Dia." 112:1-4

"Dan mereka berkata: Tuhan yang Pemurah itu, mengambil anak.
Sesunggahnya  kamu  telah  membuat  perkara yang luar biasa.
Hampir  langit  pecah  karenanya,  dan  bumi   hancur,   dan
gunung-gunung  runtuh binasa. Karena mereka menyatakan bahwa
Tuhan Yang Pemurah mempunyai anak. Dan  tiadalah  sepatutnya
Tuhan Yang Pemurah itu mengambil anak." 19:88-92.

Tanya :

Mengapa Islam menolak dengan tegas azas Trinitas?

Jawab :

Islam menolak Trinitas, sebab sifat keayahan dari Tuhan pada
setiap kehidupan atau zat mati adalah tidak dapat dimengerti
pada  istilah  jasmani,  dan  merendahkan  konsep Tuhan. Dia
adalah tidak terbatas  dan  juga  tidak  bertubuh,  dan  dia
mencakup  seluruh  alam  semesta.  Dia tidak mempunyai teman
hidup, guna memiliki anak seperti makhluk hidup yang lain

Sifat keayahan(kebapakan), jiwaNya pada setiap jiwa atau ruh
juga  tidak  dapat  diterima  bila  hal  itu  diartikan lain
daripada zat pencipta jiwa atau ruh.

Tidak ada hubungan yang  dapat  diterima  antara  Tuhan  dan
setiap zat yang lain, lain daripada hubungan antara Pencipta
dan ciptaanNya.

Dengan perkataan lain, zat yang lain  akan  berdiri  sendiri
(bebas) dari Tuhan, dan dia akan menjadi kawanNya.

Sekarang  bila  menganggap  anak disatukan dengan Tuhan, hal
ini akan menjadi seperti bila saya nyatakan bahwa anak  saya
si  Ali  dan saya adalah satu. Bila pernyataan yang demikian
adalah benar, saya akan menjadi ayah dari diri saya sendiri,
sebab  saya  adalah  anak  saya sendiri, Ali. Dan anak saya,
Ali, akan menjadi  anak  dari  dirinya  sendiri,  sebab  dia
adalah  saya.  Jadi,  Tuhan  akan  menjadi ayah dari diriNya
sendiri, dan anakNya akan menjadi anak dari diriNya sendiri.

Tuhan adalah tidak, dan tidak dapat menjadi ayah dari setiap
kehidupan  atau  zat  mati  bila keayahannya digunakan untuk
arti yang sebenarnya. Bila kata itu digunakan di dalam  arti
kiasan,  artinya  bahwa  Tuhan adalah sebagai berbelas kasih
pada kehidupan yang diciptakanNya  sebagai  Ayah,  maka  Dia
tidak  akan  hanya  menjadi Ayah dari satu orang tetapi Ayah
dari  seluruh  manusia.  Dan  ini  adalah  apa  yang   dapat
dimengerti  dari  sembahyangnya  orang  Kristen  "Ayah kita,
kepandaianmu di langit (sorga) ..."

Tetapi, walaupun bersatu, pemakaian arti  kiasan  dari  kata
ini   adalah   bertentangan   dengan  Islam  sebab  hal  itu
menyesatkan dan mengacaukan  pada  orang-orang.  Orang-orang
Islam, tidak menggunakan hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Open Cbox